MASA KECILKU
Masa kecil merupakan masa yang paling
menyenangkan menurut saya, banyak hal bisa dilakukan saat itu karena belum
terlalu memikirkan beban seperti saat ini. Masa kecil tentu memilki banyak
pengalaman yang berkesan dan unik menurut saya, saya pun sebenarnya memilki
banyak pengalaman saat kecil yang tidak bisa dilupakan, namun ada salah satu
kejadian yang menurut saya tidak bisa dilupakan, yaitu ketika saya dan
teman-teman saya ketahuan sedang mencuri bengkoang saat itu disawah.
Saat itu cuaca siang hari sangat terik
sekali membakar kulit kami. Kami yang merupakan anak-anak yang tinggal didaerah
persawahan sebenarnya sudah terbiasa dengan cuaca terik seperti ini, namun hal
yang tidak terpikirkan pun terjadi, salah satu teman kami, sebut saja dia ardi
ingin memakan bengkoang saat itu, lantas kami pun mengiyakannya tanpa
berpikir-pikir terlebih dahulu dan langsung pergi kesawah Bapak Isman saat itu
juga yang dimana dia merupakan seorang petani bengkoang namun terkenal dengan
pelit dan sangat galak. Kami pun membuat beberapa rencana saat itu dengan
membagi beberapa kelompok dan menyusur bagian kanan dan kiri pada sawah
tersebut dan berkumpul kembali ditempat yang sudah kami rencanakan. Kami pun
langsung menjalankan rencana tersebut dan tentu saja langsung berhasil karena Pak
Isman memiliki banyak bengkoang di sawahnya tersebut, namun hari itu mungkin
kami sangat kurang beruntung, karena kami ketahuan oleh Pak Isman dan langsung
berlari sekuat tenaga kami karena kami dikejar oleh Pak Isman sembari dia
membawa satu buah bambu yang lumayan panjang. Saat itu hari yang mungkin kurang
beruntung bagi Ripan salah satu teman kami, dia kepeleset diselokan karena
berusaha melewatinya dengan berlari kencang namun saat itu kodisinya sedang
sangat licin dan ia pun tertangkap. Kami pun bingung saat itu dan mungkin
mempunyai beberapa pilihan yang diantaranya itu meninggalkan Ripan dan mengakui
kesalahan kami dan meminta maaf secara sopan ke Pak Isman saat itu, dan tentu
saja,saat itu kami lebih memilih mengakui kesalahan dan meminta maaf saat itu
karena tidak tega juga melihat Ripan yang tertangkap duluan. Kami pun pergi ke
tempat Pak Isman di saungnya dan melihat Ripan yang sedang menangis ketakutan,
tentu hal itu pantas ditertawakan nanti. Kami pun melihat Pak Isman dan
langsung menghampirinya dan menjelaskan mengenai apa kesalahan kami dan meminta
maaf langsung darinya, tentu dia pun tidak langsung memaafkan kami dan sempat
mengancam kami dengan memberi sabetan bambu yang lumayan keras dan mengancam
akan memberitahu perbuatan kami ke orang tua kami, mungkin hal itu yang
dilakukannya terhadap Ripan dan membuatnya sampai menangis. Kami pun terus meminta
maaf kepada Pak Isman dan berjanji kepadanya agar tidak mengulanginya lagi dan
akhirnya Pak Isman luluh juga saat itu terhadap kami dan memaafkan kami lalu
memberitahu bahwa jika kita ketahuan mencuri bengkoang lagi akan langsung
diberitahukan kepada orang tua kami. Kami pun pergi setelah meminta maaf kepada
Pak Isman dan sekalian dalam perjalanan pulang menjahili Ripan dengan
meledeknya karena hanya dibuat seperti itu saja lantas dia menangis. Kami pun
pergi ke tempat berkumpul yang sudah direncanakan sebelumnya dan ternyata
disana sudah banyak bengkoang yang telah kami ambil. Kami pun tertawa dengan
senang saat itu karena rencana awal kami berhasildengan mengambil bengkoang
walaupun ada beberapa kendala yang menyelimutinya dan tentu saja bagi anak
kecil yang bisa termasuk kedalam kategori anak yang nakal, hal tersebut akan
kami ulangi suatu saat dengan cara yang lebih matang dan tidak ketahuan oleh
Pak Isman nanti.
Pengalaman
masa kecil memang memiliki banyak kesan baik itu tentang pengalaman yang tak
bisa dilakukan begitu saja, menceritakan tentang apa itu persahabatan,
kesenangan dan hal lainnya yang tak kalah menyenangkan dan tentunya tidak akan
bisa dilupakan begitu saja.
