Kamis, 09 April 2020

narasi masa kecil



 MASA KECILKU


Masa kecil merupakan masa yang paling menyenangkan menurut saya, banyak hal bisa dilakukan saat itu karena belum terlalu memikirkan beban seperti saat ini. Masa kecil tentu memilki banyak pengalaman yang berkesan dan unik menurut saya, saya pun sebenarnya memilki banyak pengalaman saat kecil yang tidak bisa dilupakan, namun ada salah satu kejadian yang menurut saya tidak bisa dilupakan, yaitu ketika saya dan teman-teman saya ketahuan sedang mencuri bengkoang saat itu disawah.
Saat itu cuaca siang hari sangat terik sekali membakar kulit kami. Kami yang merupakan anak-anak yang tinggal didaerah persawahan sebenarnya sudah terbiasa dengan cuaca terik seperti ini, namun hal yang tidak terpikirkan pun terjadi, salah satu teman kami, sebut saja dia ardi ingin memakan bengkoang saat itu, lantas kami pun mengiyakannya tanpa berpikir-pikir terlebih dahulu dan langsung pergi kesawah Bapak Isman saat itu juga yang dimana dia merupakan seorang petani bengkoang namun terkenal dengan pelit dan sangat galak. Kami pun membuat beberapa rencana saat itu dengan membagi beberapa kelompok dan menyusur bagian kanan dan kiri pada sawah tersebut dan berkumpul kembali ditempat yang sudah kami rencanakan. Kami pun langsung menjalankan rencana tersebut dan tentu saja langsung berhasil karena Pak Isman memiliki banyak bengkoang di sawahnya tersebut, namun hari itu mungkin kami sangat kurang beruntung, karena kami ketahuan oleh Pak Isman dan langsung berlari sekuat tenaga kami karena kami dikejar oleh Pak Isman sembari dia membawa satu buah bambu yang lumayan panjang. Saat itu hari yang mungkin kurang beruntung bagi Ripan salah satu teman kami, dia kepeleset diselokan karena berusaha melewatinya dengan berlari kencang namun saat itu kodisinya sedang sangat licin dan ia pun tertangkap. Kami pun bingung saat itu dan mungkin mempunyai beberapa pilihan yang diantaranya itu meninggalkan Ripan dan mengakui kesalahan kami dan meminta maaf secara sopan ke Pak Isman saat itu, dan tentu saja,saat itu kami lebih memilih mengakui kesalahan dan meminta maaf saat itu karena tidak tega juga melihat Ripan yang tertangkap duluan. Kami pun pergi ke tempat Pak Isman di saungnya dan melihat Ripan yang sedang menangis ketakutan, tentu hal itu pantas ditertawakan nanti. Kami pun melihat Pak Isman dan langsung menghampirinya dan menjelaskan mengenai apa kesalahan kami dan meminta maaf langsung darinya, tentu dia pun tidak langsung memaafkan kami dan sempat mengancam kami dengan memberi sabetan bambu yang lumayan keras dan mengancam akan memberitahu perbuatan kami ke orang tua kami, mungkin hal itu yang dilakukannya terhadap Ripan dan membuatnya sampai menangis. Kami pun terus meminta maaf kepada Pak Isman dan berjanji kepadanya agar tidak mengulanginya lagi dan akhirnya Pak Isman luluh juga saat itu terhadap kami dan memaafkan kami lalu memberitahu bahwa jika kita ketahuan mencuri bengkoang lagi akan langsung diberitahukan kepada orang tua kami. Kami pun pergi setelah meminta maaf kepada Pak Isman dan sekalian dalam perjalanan pulang menjahili Ripan dengan meledeknya karena hanya dibuat seperti itu saja lantas dia menangis. Kami pun pergi ke tempat berkumpul yang sudah direncanakan sebelumnya dan ternyata disana sudah banyak bengkoang yang telah kami ambil. Kami pun tertawa dengan senang saat itu karena rencana awal kami berhasildengan mengambil bengkoang walaupun ada beberapa kendala yang menyelimutinya dan tentu saja bagi anak kecil yang bisa termasuk kedalam kategori anak yang nakal, hal tersebut akan kami ulangi suatu saat dengan cara yang lebih matang dan tidak ketahuan oleh Pak Isman nanti.
Pengalaman masa kecil memang memiliki banyak kesan baik itu tentang pengalaman yang tak bisa dilakukan begitu saja, menceritakan tentang apa itu persahabatan, kesenangan dan hal lainnya yang tak kalah menyenangkan dan tentunya tidak akan bisa dilupakan begitu saja.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar